Senin, 30 Mei 2016

METONYMY and PROVERB

Unknown
Definisi metonymy adalah sebuah kiasan dimana satu hal diganti dengan kata yang terkait erat dengannya.
Metonymies sering digunakan dalam literatur dan dalam percakapan sehari-hari. Sebuah metonymy adalah kata atau frase yang digunakan untuk berdiri di atas kata lain. Kadang-kadang sebuah metonymy dipilih karena merupakan karakteristik terkenal dari sebuah kata.
Salah satu contoh yang terkenal dari metonymy adalah pepatah, “pena lebih tajam dari pedang,” yang awalnya berasal dari drama oleh Edward Bulwer Lytton yang berjudul Richelieu. Kalimat ini memiliki dua contoh metonymy:
“pena” yang berarti “kata-kata tertulis.”
“Pedang” yang berarti “agresi militer dan kekuatan.”
 20 Contoh Figure of Speech Metonymy dan Pengertiannya

Metonymy: Stand-Ins for Other Words

Kata yang Berfungsi sebagai Metonymy

Memahami konteks metonymy itu penting. Sebagai contoh, kata “pena” tidak selalu merujuk pada kata-kata tertulis; sering, itu hanya mengacu pada obyek fisik pena.
Contoh di bawah termasuk metonymy dan kata-kata yang mungkin akan diisi oleh metonymy:
  • Crown – tempat orang kerajaan
  • The White House – tempat Presiden atau orang lain yang bekerja di sana
  • The suits – tempat orang-orang bisnis
  • Dish – untuk seluruh sepiring makanan
  • Cup – untuk cangkir
  • The Pentagon – untuk merujuk kepada staf
  • The restaurant – untuk merujuk kepada staf
  • Ears – untuk memberikan perhatian (“Lend me your ears!”/”Pinjamkan aku telinga Anda!” Dari Mark Antony di Julius Caesar)
  • Mata – untuk melihat
  • The library – untuk staf atau buku-buku
  • Pen – untuk kata-kata tertulis
  • Sword – untuk kekuatan militer
  • Silver fox – untuk pria yang lebih tua yang menarik
  • Hand – untuk bantuan
  • The name of a country – digunakan di bidang pemerintahan, ekonomi, dan lain-lain
  • The name of a church – digunakan untuk masing-masing anggotanya
  • The name of a sports team – digunakan untuk masing-masing anggotanya
Sementara contoh kata ini memberikan contoh yang baik dari apa yang dimaksud metonymy dan bagaimana fungsinya, contoh kalimat selanjutnya akan membantu untuk menjelaskan penggunaan metonymy.

Kalimat Menggunakan Metonymy

Kalimat-kalimat ini akan lebih meningkatkan apresiasi dan pemahaman kita tentang metonymies. Metonymy digaris bawahi.
We must wait to hear from the crown until we make any further decisions.
Kita harus menunggu untuk mendengar dari pihak kerajaan sampai kita membuat keputusan lebih lanjut.
The White House will be announcing the decision around noon today.
Gedung Putih akan mengumumkan keputusan sekitar siang hari ini.
If we do not fill out the forms properly, the suits will be after us shortly.
Jika kita tidak mengisi formulir dengan benar, penjaga akan langsung menegur kita.
She’s planning to serve the dish early in the evening.
Dia berencana untuk menyediakan hidangan di awal malam.
The cup is quite tasty.
Cangkir yang sangat lezat.
The Pentagon will be revealing the decision later on in the morning.
Pentagon akan mengungkapkan keputusan nanti di pagi hari.
The restaurant has been acting quite rude lately.
Restoran telah bertindak sangat kasar akhir-akhir ini.
Learn how to use your eyes properly!
Pelajari cara menggunakan mata Anda dengan benar.
The library has been very helpful to the students this morning.
Perpustakaan telah sangat membantu para siswa pagi ini.
That individual is quite the silver fox.
Individu yang cukup menarik.
Can you please give me a hand carrying this box up the stairs?
Tolong beri saya bantuan membawa kotak ini menaiki tangga?
The United States will be delivering the new product to us very soon.
Amerika Serikat akan memberikan produk baru bagi kita segera.
Saint Thomas will be coming to the soup kitchen to help out next Sunday after Mass.
Saint Thomas akan datang ke dapur umum untuk membantu Minggu berikutnya setelah Misa.
The Yankees have been throwing the ball really well, and they have been hitting better than they have been in the past few seasons.
The Yankees telah melempar bola dengan sangat baik, dan mereka telah memukul lebih baik daripada yang dilakukan beberapa musim terakhir.

Tujuan dari Metonymy

Seperti perangkat sastra lain, salah satu tujuan utama menggunakan metonymy adalah untuk menambah rasa untuk sebuah kata-kata. Menggunakan sebuah metonymy memiliki tujuan ganda – memecah setiap kecanggungan karena mengulangi kalimat yang sama berulang-ulang dan perubahan kata-kata untuk membuat kalimat lebih menarik.

PROVERB (PRIBAHASA)PROVERB atau dikenal dengan istilah pribahasa merupakan ayat atau kumpulan kata mempunyai susunan tetap, mengandung pengertian tertentu berisi saran-saran positif

 Kinds of Proverbs:1.      Aphorism (Pepatah)This proverb offers advice.Example                        : Don’t go too far in small.(Persoalan kecil jangan dibesar-besarkan).2.   Parable (Perumpamaan)That has a moral lesson and has parable.Example                       : To carry coals to New-castle.(Bagai membuang garam kelaut)3.   Slogan (Pameo)This proverb gives spirit or motivation.Example                       :1.      Early bird gets worm(Tuhan akan memberikan rezeki kepada makhluk-Nya yang lebih dulu bangun)2.      Diligence is the mistress of success.(Kerajinan pangkal kesuksesan)4.   IdiomIdiom adalah kelompok kata yang dirangkai dengan susunan tertentu dimana artinya tidak dapat ditebak dari arti kata-kata penyusunnya secara terpisah.Example :1.      Pull your sock up. (improve your behaviour)2.      You can arrange your bedroom at will. (sesuka hati)3.      Don’t mention it. (You’re welcome) 

Berikut ini adalah beberapa proverbs beserta artinya:
  1. All good things come to those who wait
(If you are patient, there will be reward)
(Jika kamu bersabar, akan ada hadiah untukmu)

  1. Soon learnt, soon forgotten
(Something that is easy to learn is easy to forget)
(Sesuatu yang mudah dipelajari akan mudah dilupakan)

  1. Education is an ornament of prosperity and refuge in adversity
(Education is a treasure in a happy time and a place to protect in a bad time)
(pendidikan adalah harta saat bahagia dan tempat berlindung saat keadaan buruk)

  1. Don’t cross your bridges before you come to them.
(Don’t worry about problems before they arrive)
(Jangan khawatir terhadap masalah sebelum mereka datang)

  1. Don’t put all your eggs in one basket
(Have a backup plan! Don’t risk all of your money or time in one plan)
(Buatlah rencana cadangan, jangan memfokuskan pada sebuah rencana saja)


REFERENCE

http://www.sekolahbahasainggris.com/20-contoh-figure-of-speech-metonymy-dan-pengertiannya/
http://www.englishcafe.co.id/proverbs-dan-artinya/
http://www.pelajarelit.net/2015/04/proverb-and-riddle-pribahasa-dan-teka.html

Senin, 09 Mei 2016

HOMONYM

Unknown
Homograph (spelled the same)
 Homophones (pronounced the same)










Definition
Homonim berasal dari bahasa Yunani, homos yang berarti ’sejenis’ atau ’sama’ dan onuma ’nama’. Dalam ilmu bahasa, dapat diartikan sebagai kata-kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama, tetapi memiliki makna yang berbeda.
Homonyms are words that are both spelled and pronounced the same, but have different meanings.

Seperti halnya, sinonim, antonim, dan sebagainya. Homonim mempunyai dampak dalam bahasa. Terdapat kesepakatan anatara tokoh klasik dan modern dalam menyimpulkan dampak positif dan negatif
1)     Dampak positif
a)     Hadirnya Homonim dalam bahasa menimbulkan rasa fleksibel dan elastis dalam penggunaan makna baru tanpa harus menghilangkan makna yang lama.
b)     Homonim akan menghadirkan nilai tersendiri untuk menyamarkan makna bahasa dalam unsur bahasa dan balagah.
c)      Homonim juga dapat memberikan pengaruh dalam jiwa ketika mendapat faktor majazi, karena hal ini akan memberikan unsur lebih dalam estetika sehingga dapat menjadikan orang tercengang.
d)     Menutupi kekosongan dalam kamus merupakan dampak positif yang lain, hal ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari khusunya ketika dalam menggunakan bahasa Arab.

2)     Dampak negatif
Beriringan dengan datangnya dampak positif, hadir pula dampak negatif. Diantaran dampak negatif Homonim :
a)     Dalam bahasa Arab kehadiran Homonim akan menggurangi kefasihan. Seperti kurangnya ketajaman makna yang dimaksud karena pendengar tidak jelas dalam mendengar kata yang diutarakan.
b)     Kehawatiran akan terjadinya perselisihan karena adanya perpindahan makna pertama ke makna yang kedua.
c)      Sulitnya transformasi makna melalui terjemah ringkasan, dan sebaginya.
d)      Ketergantungan dengan konteks, hal ini karena konteks merupakan faktor penentu sebuah makna dalam bahasa.

reference
Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.
Lihat Desertasi, Tulus Musthofa, Al Mustarok al Lafdzi dalam Al Quran…,  hlm. 116-120

Senin, 02 Mei 2016

Polysemy

Unknown


Polysemy is the association of one word with two or more distinct meanings. A polyseme is a word or phrase with multiple meanings. Adjective: polysemous or polysemic.
Polisemi adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.

Traditionally, polysemy is distinguished from homonymy.5
In polysemy, the different
senses of a single lexical item are seen as being related in some non-trivial way, whereas
in homonymy, the multiple encoding is a matter of historical accident. An example of
homonymy is the lexical form coach, which encodes the entirely unrelated meanings
‘bus’ and ‘sports instructor’. It is standard to see these as being represented as two
different lexemes(COACH1 and COACH2) in the mental lexicon.
However, drawing the distinction between related and unrelated senses of a
lexical form is often far from a straightforward matter. The question is: What does it
mean for two senses to be related? The criteria that have been suggested include
etymology and speaker intuitions about unrelatedness vs. relatedness of meaning (Lyons
1977b).

Polysemy Homonymy
Meaning1 Word -
Meaning -

Word Word form
Meaning 2 Word Meaning
Figure 1

Contoh :

Saya masih punya hubungan darah dengan keluarga Bu Rani. (darah=kesaudaraan)Tubuhnya berlumuran darah setelah kepalanya terbentur tiang listrik. (darah=yang berada dalam tubuh)

Perhatikan kata darah pada kalimat a berarti keluarga (makna konotasi), sedangkan darah pada kalimat b berarti zat merah dalam tubuh kita (makna denotasi).

CONCLUSIONS
My conclusions should have become quite clear from what I have said up to this point, so I
will only present a short summary to recapitulate my point.
Although the literature on polysemy is extremely incoherent with respect to the terminology
used and the specific methods of description employed, and is additionally also very
fragmented (i.e. the different approaches are often absolutely unaware of each other’s work), a
surprisingly coherent overall picture arises, which I believe to be only possible because the
material described strongly suggests it itself.

Reference
germ15.germ.klte.hu › honlap › whatispolysemy

grammar.about.com › polysemyterm

Senin, 25 April 2016

hyperbole

Unknown
DEFINITION
Hyperbole is the figure of figures speech in the form of a statement exaggerated the fact for the purpose give the impression of deep or call attention

A hyperbole is an extreme exaggeration used to make a point. It is like the opposite of “understatement.” It is from a Greek word meaning “excess.”

Hyperboles can be found in literature and oral communication. They would not be used in nonfiction works, like medical journals or research papers; but, they are perfect for fictional works, especially to add color to a character or humor to the story.

Hyperboles are comparisons, like similes and metaphors, but are extravagant and even ridiculous